Saturday, 20 September 2008

Hak Cipta Di Curi Orang Asing

KISAH SEDIH DARI BALI

Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengrajin perak dari
Gianyar, Bali . Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang
konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain
tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali
karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual
Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.

"Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti
beberapa motif asli Bali seperti `patra punggal', `batun poh', dan
beberapa motif lainnya juga dipatenkan", kata Desak Suarti dalam
sebuah wawancara.

Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana .
Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah
menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga
negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan
leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer
takut untuk
berkarya.

Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom
Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali
oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. "Sebelumnya,
dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan
perak. "Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa
menghasilkan satu desain pun," ujarnya hari ini.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan
budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia
yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik
Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi
Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain
sebagainya.

LANGKAH KE DEPAN

Indonesia harus bangkit dan melakukan sesuatu. Hal inilah yang
melatarbelakangi berdirinya Indonesian Archipelago Culture
Initiatives
(IACI), informasi lebih jauh dapat dilihat di http://budaya-
indonesia.org/

Untuk dapat mencegah agar kejadian di atas tidak terus berlanjut,
kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal perlu kita secara
sinergis, yaitu:

1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum.
Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian
(baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap
menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org

2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia .
Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara
optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau
video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN
DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/

Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan
menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org

- Lucky Setiawan

nb: Mohon bantuannya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman,
mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung
upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

No comments:

 

Blogger news

    follow me on Twitter

    Blogroll

    About

    Bookmark and Share