Saturday, 25 October 2008

MOTIVASI BEKERJA

Assalamualaikum Wr wb

Saat memulai kembali beraktifitas, jujur saya agak kurang semangat.
Apalagi tiba-tiba kerjaan begitu menumpuk, bukan karena ditumpuk
melainkan karena sudah momen-nya siklus kerja lagi tinggi.

Sebenernya saya bingung, gimana ya menyemangati diri? Di tengah
demotivasi tiba-tiba saya teringati seorang kakak pembimbing yang
cukup saya kagumi, darinya saya pernah mendapatkan beberapa tips,
diantaranya :

Luruskan niat untuk ibadah
Ikhlas karena Allah ta'ala.
Buat orientasi setinggi-tingginya
Jalani dan nikmati setiap ritme yang ada
Yakinkan yang kita kerjakan saat ini bukan Cuma untuk kita tapi juga
untuk orang banyak.
Yakinlah amal ibadah yang ikhlas karena Allah akan menjadi penambah
rekening pahala untuk dapat membeli tiket ke surga kelak.


Beliau mengilustrasikan tips tersebut melalui sebuah kisah (mohon
maaf kalo ga sama persis, karena ingatan saya sangat terbatas, lebih
kurangnya saya modifikasi, terutama pada nama-nama yang ada adalah
fiktif belaka namun Insya Allah maksud dan kesimpulannya sama) :

Ada seorang mahasiswa sedang riset tentang motivasi kerja manusia,
kali ini dia riset pada tiga kuli bangunan suatu bangunan sekolah
yang belum jadi.

Dia mengamati dalam sepekan bagaimana tiga orang kuli ini bekerja,
yang pertama bernama Yanto anak muda berusia 23 tahun, yang kedua
Parman berusia 27 tahun dan yang ketiga Abdul 45 tahun. Si mahasiswa
sendiri bernama Hadi. Hadi heran, kenapa pak Abdul terlihat jauh
lebih semangat dalam bekerja, padahal usianya lebih tua dan badannya
lebih kurus bila dibandiungkan kedua kuli yang lain. Si Yanto selalu
terlihat lesu dan malas sekali, lebih sering tidur. Si Parman
terlalu sering istirahat dan merokok sambil melamun.

Karena penasaran kenapa kinerja ketiga orang ini begitu
berbeda,apakah gerangan penyebabnya? maka pada pekan ke-2 terjadilah
percakapan sbb:

Hadi : "Assalamu'alaikum mas Yanto, maaf menggangu istirahatnya
sebentar."

Yanto : " oh ya, ga papa mas. Ada apa?"

HAdi : "Kalo boleh tau, apa yang menjadi motivasi mas yanto bekerja
menjadi kuli"

Yanto : " Mas HAdi ngeledek ya… ? mana ada sih yang punya motivasi
untuk jadi kuli?

Saya sebenernya juga ga mau mas. Tapi sejak lulus SMA saya ngelamar
kemana-

mana ga' dapet. Mau lanjut kuliah kaya' mas Hadi gini, ga punya
uang. Ya…

daripada Cuma jadi sampah masyarahat, saya terimalah kerjaan kasar
nguli ini."

Hadi : (sambil manggut-manggut dan berfikir, pantes aja terlihat
males-malesan, sudah

ga ikhlas ga punya orientasi ke depan lagi..)

"oh gitu ya mas Yanto. Kalau pak Parman, gimana Pak?"

Parman : "Kalo saya… sudah kewajiban, kalo ga kerja gimana anak –
istri saya bisa

makan? Belum lagi biaya sekolah, waduh mas beban hidup kian hari
kian

menumpuk. Ya.. mau ga' mau saya kerja apa aja, tapi karena ijazah
saya ga punya

Ya Kuli inilah tempat saya menopang hidup untuk menanggung semua
beban "

Hadi : (manggut-manggut lagi, yang ini punya orientasi untuk
keluarga namun masih

kurang ikhlas, dia terlalu focus pada beban keluarga yang begitu
menumpuk, sehingga sedikitpun tidak bias mengerjakan pekerjaan
dengan nyaman)

"Nah… Kalo Pak Abdul gimana pak?

Abdul : "Saya mas… saya senang menggeluti apapun pekerjaan saya,
pertama yang

penting halal, kedua berkah. Bukan hanya untuk saya tapi juga org
banyak mas."

Hadi : (kali ini tidaklangsung manggut-manggut, melainkan
mengkerutkan dahi)

" Berkah? Maksudnya apa ya pak? Maaf saya belum
mengerti"

Abdul : (sambil tersenyum setelah menikmati air minum yang ia
teguk dengan

Nikmatnya) "Begini mas.. berkah untuk saya itu adalah buah dari rasa
syukur di

usia ini saya masih kuat bekerja, sehingga saya mendapatkan hasil
yang cukup untuk kebutuhan saya dan keluarga sehari-hari. "

Hadi : "Kalau berkah uuntuk orang banyaknya apa Pak?" masih
tampak kebingungan

di wajahnya.

Abdul : " Berkah untuk orang banyak maksudnya. Pekerjaan yang saat
ini saya kerjakan

adalah membangun peradaban Bangsa loh mas"

Hadi : "Duh pak, ko' saya makin bingung ya…? Apa
hubungannya 'kuli' dan

peradaban Bangsa?"

Abdul : sambil tersenyum lagi menjelaskan, " Lah mas Hadi baca di
papan sana, di sana

jelas ditulis bahwa yang saya bangun saat ini adalah sekolah.
Sekolah adalah

tempat mendidik generasi penerus Bangsa ini loh mas. Nah generasi
penerus

inilah tempat bergantungnya peradaban Bangsa kita kedepan nanti.
Kalau saya

sembarangan dalam bekerja, bias celaka mereka nanti. Kalau mereka
celaka,

bagaimana nasib peradaban Bangsa kita ke depan nantinya? Itu yang
membuat

saya sangat semangat. Walaupun saya hanya kuli,pekerjaan saya ini
juga punya

peran dalam MEMBANGUN PERADABAN BANGSA "

Hadi : (kali ini ia baru bisa manggut-manggut bak burung pelatuk.
Dia baru mengerti

Kenapa walau usia telah mulai tua dan badan kurus
kering, Pak Abdul terlihat

sangat semangat dalam bekerja. Sudah ikhlas, orientasi ke depannya
sangat jauh.

Sehingga usia dan tenaga sedikit pun tidak menjadi hambatan, bahkan
ia

Sedikitpun tak memikirkan beban hidupnya saat bekerja.)

" Terimakasih Bapak-bapak semua atas segala bantuannya, insya Allah
sangat

Mambantu saya dalam menyelesaikan tugas. Juga menambah wawasan saya

Tentunya. "

Alhamdulillah setelah mengulang kisah tadi yang telah cukup lama
saya simpan dalam memori ingatan saya, kini saya dapat mengembalikan
semangat saya dalam bekerja.

Jazakumullah khairan katsiran untuk Bang Satria Hadi Lubis, semoga
pahala selalu mengalir untuk Abang atas segala nasihatnya yang
sangat bermanfaat ini, semoga Abang sekeluarga mendapat keberkahan
dan perlindungan dari Allah SWT, amin ya Robbal alamin.

Wallahu a'lam bi shawab, Semoga bermanfaat juga untuk yang
membaca,amin

Wabillahi taufiq wal hidayah

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Tuesday, 21 October 2008

10 Cara Meredam Amarah Wanita

Dalam sebuah hubungan, tentu ada fase-fase saat Anda dan pasangan saling berselisih paham. Hal itu bukan masalah besar bila Anda berdua bisa mengatasinya dengan kepala dingin. Namun bila Anda berdua terbakar emosi, sangat tidak baik jadinya.

Saat Anda melihat ada tanda-tanda ia mulai frustasi, jangan tunggu sampai amarahnya memuncak. Redamlah amarahnya sebelum berkobar.

1. Jangan terpancing emosi
Jika Anda terpancing melihatnya marah, justru masalah akan semakin runyam. Saat Anda merasa mulai sedikit terpengaruh, tekankan pada diri Anda bahwa "dia tidak akan membuat saya marah," ujar Paul Hauck, PhD, psikolog dan penulis How to Cope with People Who Drive You Crazy and Overcoming Frustration and Anger. Bila pun masalah itu datang dari Anda, sebaiknya Anda tetap tenang, dan kemudian meminta maaf bila kemarahannya sudah mereda.

2. Diam saja
Saat wanita sedang emosi, ia cenderung tidak bisa menerima penjelasan. Jadi, percuma saja membeberkan fakta atau penjelasan saat ia sedang marah. Lebih baik diam saja hingga kemarahannya mereda, baru kemudian pelan-pelan jelaskan padanya.

"Memberi penjelasan saat dia marah bisa diartikannya bahwa Anda tak menghargai dan mendegarkannya," ujar Michael Staver, penulis 21 Ways to Defuse Anger and Calm People Down.

3. Mengaku salah
"Bila Anda memang merasa bersalah, akuilah," ujar Staver. "Tapi jangan lakukan itu dengan cara merendahkan diri."

4. Pahami dia
"Jika Anda melihat dia sedang memiliki masalah besar, jadilah pendengar yang baik," saran Hauck. Jangan tunggu sampai pedang dicabut dari sarungnya, sebelum dia benar-benar emosi, tenangkan hatinya dengan memberikan sedikit perhatian.

5. Mundur selangkah
"Anda tak harus selalu mengiyakan pendapatnya," ujar Staver. "Namun usahakan Anda memahami permasalahan yang ada melalui perspektifnya. Ini berarti Anda menghargainya." Seringkali, wanita terbakar emosinya karena menganggap hal yang menurut Anda biasa saja, tapi menuruntnya tidak adil.

6. Perhatikan kontak mata
Kontak mata ini sangat penting artinya. Bila Anda selalu menghindari bertatapan mata dengannya saat berbicara, berati Anda sudah mulai emosi, tapi bila Anda mempertahankan kontak mata, berarti Anda mengerti dan mendengarkannya.

Jangan pernah menghindari masalah dengan menghindar darinya. Mungkin maksud Anda ingin menghindari pertengkaran, tapi dia bisa mnegartikan lain, bahwa Anda berusaha lari dari masalah.

7. Ikut terlibat
Saat ia berbicara, ajukan beberapa pertanyaan. Ini menandakan bahwa Anda serius mendengarkan dan berusaha memahami masalahnya.

8. Ajak dia keluar
"Berjalan-jalan sebentar ke luar rumah memiliki efek menenangkan," ujar Susan Heitler, psikolog yang juga penulis The Power of Two.

9. Ucapkan kata-kata 'ajaib'
Kamu benar. Maafkan aku. Aku setuju. Tidak ada hal yang lebih baik untuk mendinginkan suasana selain mengalah. Tapi bukan berarti Anda harus benar-benar menuruti semua katanya. Anda hanya perlu menekankan beberapa hal yang masih bisa dikompromikan. Tekankan bahwa Anda setuju dengannya.

10. Tentukan batasan
Anda berdua harus menyepakati hal-hal tertentu yang berpotensi menimbulkan konflik, kemudian tentukan batas toleransinya.

Sumber: Suaramerdeka.com

10 Tips Mempertajam Memori

Siapa bilang penyakit lupa alias tidak ingat itu cuma konsumsi para lansia. Karena mereka yang masih muda-muda pun bisa saja mengidap penyakit tulalit alias pelupa layaknya yang tua-tua. Malu kan dibilang tulalit sama pacar?

Banyak faktor yang menjadi biang keladi munculnya gangguan kelupaan tersebut, mulai dari makanan yang dikonsumsi, pekerjaan yang menumpuk serta kesibukan-kesibukan lainnya.

Belum lagi dengan keakraban orang muda dengan berbagai perangkat teknologi moderen. Telepon selular, komputer, e-mail, hingga internet, disebut-sebut sebagai piranti teknologi yang bisa memaksa tubuh dan otak terus bekerja selama 24 jam.

Nah, hiruk-pikuknya aktivitas tersebutlah yang konon bisa memicu hilangnya kemampuan otak untuk mengingat-ingat. Namun begitu, gangguan kelupaan tersebut tetap bisa diatasi, kok. Dengan mengikuti beberapa tip sederhana ini, mudah-mudahan penyakit lupa tersebut bisa dihindari:

1. Fokuskan diri untuk mendengar dan kurangi berbicara. Pasalnya, dengan mendengar akan mendorong kita untuk lebih berkonsentrasi.

2. Disiplin berdiet. Melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya protein, di samping juga buah dan sayuran, akan memberikan suntikan ‘tenaga’ bagi otak.

3. Usahakan untuk mengurangi bahkan mungkin menghindari pergaulan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif. Sebaliknya kembangkan selalu pemikiran positif. Karena berpikir positif itu bisa menstimulir proses kerja otak.

4. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Pasalnya lemak-lemak tersebut bisa menyumbat saluran arteri yang tengah menyuplai darah ke otak.

5. Baca, baca, dan baca. Banyak membaca dengan diselingi bermain puzzle merupakan latihan yang sangat baik bagi otak. Karenanya, isilah waktu senggang Anda dengan berbagai jenis bacaan, dari yang fiksi hingga yang berat sekalipun nggak apa-apa kok.

6. Minumlah vitamin, khususnya vitamin E dan suplemen yang mengandung unsur seng. Berbagai penelitian menunjukkan kalau kedua unsur tersebut bisa membantu memperlambat proses penuaan dini serta meningkatkan kemampuan ingatan.

7. Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Terlalu banyak alkohol konon akan membunuh sel-sel otak secara perlahan-lahan, lho.

8. Rencanakan selalu aktivitas berinteraksi dengan orang lain. Karena yang namanya bersosialisasi itu konon bisa mengusir rasa malas pada otak.

9. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Menurunkan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh terkadang lebih ampuh dengan diet dan olahraga ketimbang obat-obatan. Selain itu usahakan untuk mempelajari dan mengetahui efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Obat tidur misalnya, konon bisa mengakibatkan hilangnya memori.

10. Cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin dalam agenda Anda. Pasalnya, aktivitas tersebut bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak.

Nah, selamat mencoba ya…biar nggak lagi disindir, “Belum Tua kok pelupa sih”.

Berhentilah Jadi Gelas

Sumber: Dari Milis

Berhentilah Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang
murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."

Wednesday, 15 October 2008

Puasa Melepas Kebiasaan Merokok

Pada tahun 1604, Raja James I menulis tentang pemeriksaan atas mayat-mayat para perokok berat. Dia menemukan bahwa pada tubuh bagian dalam mayat-mayat itu tercemar dan terinfeksi oleh semacam bubuk hitam dan berminyak. Kenyataan ini paling tidak membuktikan bahwa rokok itu berbahaya.

Satu isapan sebatang rokok saja mengandung puluhan ribu zat polutan. Jika asap ini dingin, beberapa diantaranya berubah menjadi cairan yang dapat menghasilkan tar tembakau. Tar yang berwujud massa berwarna coklat tersebut dapat menempel pada paru-paru, kuku, dan gigi perokok. Oleh karena itu, para perokok berat pada umumnya memiliki kuku dan gigi kuning kecoklatan.

Seorang yang menghabiskan sepuluh batang rokok sehari, dalam setahun paling tidak telah menghirup 30.000 kali asap rokok. Padahal, dalam sekali hisap terhirup sekitar 4.000 macam zat polutan. Zat polutan yang dikandung asap tembakau antara lain nikotin, karbon monoksida (zat beracun yang keluar dari knalpot), aseton (penghapus cat), metanol (bahan bakar roket), naftalen (kapur barus), kadmium (dipakai pada accu mobil), vinil klorida (bahan plastik PVC), DDT (racun serangga), arsen (racun semut putih), toluen (pelarut industri), amonia (pembersih lantai), butana (bahan bakat korek api), dan hidrogen sianida (racun yang digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati). Bila terbawa oleh aliran tubuh, zat-zat tersebut dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh.

Nikotin, racun paling berbahaya yang dikandung oleh rokok, memang dapat menenangkan pikiran. Inilah sesungguhnya yang dicari-cari oleh perokok sebagaimana halnya obat-obatan yang memiliki fungsi adiktif yang memberi efek kecandauan kepada para pemakainya. Setelah menghisap asap rokok, sekitar 7,5 detik kemudian nikotin telah tiba di otak dan kemudian merangsang hormon yang dapat menimbulkan perasaan tenang.

Gerbang pertama yang menjadi sasaran asap rokok adalah paru-paru, salah satu organ di dada yang memiliki susunan rumit. Paru-paru terdiri atas lima jenis sel yang semuanya sangat peka terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh asap rokok. Selain ke paru-paru, racun-racun rokok juga menyebar ke setiap sel dalam tubuh. Dengan demikian, kerusakan yang timbul dimuali dari tingkat sel sampai ke berbagai organ serta sistem organ dalam tubuh.

Merokok mengakibatkan kesehatan paru-paru terancam. Hemoglobin lebih mudah membawa karbon dioksida daripada membawa oksigen ke paru-paru. Dengan demikian otot tidak memperoleh oksigen yang cukup. Sedangkan nikotin yang terbawa dalam aliran darah dapat mempengaruhi denyut jantung, kulit, penyempitan pembuluh darah, dan menyebabkan hati melepaskan gula ke dalam aliran darah.

Sekian banyak penyakit yang ditimbulkan oleh kebiasaan buruk merokok antara lain jantung koroner, kanker paru-paru, kanker mulut/tenggorokan/kerongkongan, bronkhitis, penyakit pembuluh darah otak, ulkus peptikum, gangguan janin dalam kandungan, dan emfisema (penyakit paru-paru yang juga diderita oleh penderita bronkhitis). Pada penderita emfisema, 80% energi yang dimiliki hanya digunakan untuk bernapas.

Para ahli dari WHO menyatakan bahwa di suatu negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas akan menyebabkan terjadinya 80-90% kematian akibat penyakit paru-paru, 75% kematian akibat bronkhitis, 40% kematian karena kanker kandung kencing, dan 25% kematian akibat penyakit jantung iskemik. Tradisi merokok menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung antara 2-4 kali.

Dampak rokok terhadap kesehatan tubuh tidak hanya dirasakan oleh para perokok aktif, tetapi juga dirasakan oleh para perokok pasif, yaitu mereka yang tidak merokok tetapi ikut menghisap asap rokok. Dalam jangka waktu yang panjang, limpahan asap rokok ini juga dapat berisiko sama dengan yang diderita oleh para perokok aktif.

Pada umumnya orang mengetahui bahwa kebiasaan merokok yang dilakukan dapat merusak kesehatan. Namun bagi orang yang sudah kecanduan, menghentikan semuanya itu tidaklah mudah. Lebih-lebih bila kebiasaan buruk ini sudah dimulai sejak usia kanak-kanak, ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan yang kerap memberikan dukungan kepadanya.

Ibadan puasa melatih untuk melepaskan diri dari cengkraman kebiasaan merokok. Puasa mendidik agar tidak terikat oleh tradisi dan rutinitas tertentu, apalagi tradisi dan rutinitas itu buruk. Aktivitas puasa akan mengatasi kebiasaan merokok secara berangsur-angsur, selama disertai dengan niat yang kuat untuk mengendalikan diri dan berhenti karena inti puasa adalah pengendalian diri. Selama menjalani puasa, orang berlatih lepas dari kebiasaan merokok dan ternyata bisa karena ada kemauan. Pada saat puasa, mengkonsumsi makanan yang sehari-hari dihalalkan saja harus dikendalikan, maka lebih-lebih mengkonsumsi makanan yang diharamkan dan dimakruhkan. Intinya adalah kemauan untuk memutuskan kebiasaan. Bila tidak ada kemauan, maka sampai kapan pun kebiasaan buruk akan terus berjalan, lebih-lebih yang telah dimulai sejak usia dini.

riset para ahli membuktikan setelah menjalani puasa, darah para pecandu rokok bersih dari racun nikotin. Jika nikotin telah bersih dari tubuh para perokok, kecanduan akan berkurang dan secara berangsur-angsur akan lenyap. Efek mulut asam pada pecandu rokok yang berusaha menghentikan kebiasaannya bersifat sementara dan dapat diatasai dengan mengonsumsi buah-buahan atau permen sebagai pengganti rokok.

Mekanisme puasa terhadap efek kecanduan rokok adalah jantung dapat bekerja sebagaimana mestinya, peredaran darah kembali normal sehingga tampak lebih sehat, dan kepekaan indera perasa dan penciuman meningkat sehingga dapat lebih menikmati kelezatan makanan yang disantap.

Jika kecanduan terhadap rokok dapat dihentikan dengan menjalani puasa, tidak mustahil kecanduan serupa seperti kecanduan alkohol, narkotika, ekstasi, dan obat-obatan terlarang lainnya dapat pula diatasi dengan puasa. Kuncinya sekali lagi ada pada niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat untuk mengendalikan diri. []

Sumber:
Syarifuddin, Ahmad. 2003. Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis. Gema Insani Press. Jakarta. Hal 159-163

Tuesday, 14 October 2008

Kekuatan Harapan

Seberapa besar harapan mempengaruhi hidup kita? Jawabannya, sangat besar!
Bagaimana
tidak, dengan harapan kita jadi punya semangat untuk maju. Dengan
harapan kita jadi punya kesempatan untuk berbuat lebih.

Ini
adalah pengalaman saya pribadi tentang bagaimana sebuah harapan
memberikan saya kesempatan kedua. Karena harapan adalah sebuah do'a.

Februari
tahun lalu, saya sudah hampir putus asa mencari pinjaman uang untuk
registrasi semester baru. Pada saat itu, kondisi keuangan keluarga
sedang dalam kondisi yang tidak baik. Beasiswa yang saya andalkan untuk
pembayaran registrasi setiap semester pun, tidak lagi dapat saya
andalkan dikarenakan datangnya memang sering tidak tepat waktu. Saya
sudah berusaha meminta penundaan pembayaran ke rektorat bagian
kemahasiswaan, tetapi lagi-lagi saya harus kecewa karena formulirnya
sudah habis. Dan parahnya hari itu adalah hari minus satu batas akhir
registrasi.

Dalam kondisi seperti itu, saya berharap akan ada keajaiban. Kalau
memang saya harus berhenti kuliah saat ini, saya tidak akan terlalu
kecewa karena saya sudah sampai sejauh ini. Namun, dalam hati kecil
saya berharap bahwa hal ini tidak perlu terjadi. Bahwa saya masih dapat
melanjutkan menggapai impian saya. Saya hanya berharap dan berdo'a.

Di
saat saya sedang berpikir dan berharap, tiba-tiba saja telepon kos
berdering pada tanggal 14 Februari 2007 pukul 08.45 WIB. Seorang ketua
departemen Badan Eksekutif Mahasiswa yang dulu pernah menjadi kakak kos
saya, memberi tahu bahwa saya harus hadir di Rektorat bagian
kemahasiswaan untuk mengambil beasiswa registrasi pukul 09.00 WIB. Saya
kaget, campur bahagia, campur terharu dan sempat meneteskan air mata
saking gembiranya. Saya hanya punya waktu 15 menit untuk bersia-siap
dan menuju kampus. Saat itu, saya merasakan aliran semangat dan
motivasi yang besar.

Selepas registrasi, saya baru sadar bahwa
saya tidak pernah mengajukan beasiswa tersebut. Lalu bagaimana mungkin
nama saya bisa tercantum dalam daftar penerima beasiswa?
Setelah
lama berpikir, saya teringat beberapa hari yang lalu seorang teman
bertanya, apakah saya sudah registrasi. Teman saya itu terus saja
mengulang pertanyaan yang sama setiap ada kesempatan. Ternyata, teman
saya itulah yang menceritakan masalah saya pada presiden BEM saat itu
untuk segera ditindak lanjuti. Begitulah yang terjadi. Dengan kekuatan
harapan, saya mendapatkan keajaiban dari sebuah persahabatan.

Sejak
saat itu, saya tahu kalau saya berharap banyak, maka saya akan mendapat
lebih. Tidak menyerah pada situasi hidup yang sedang dijalani adalah
kuncinya. Karena hanya orang lemah saja yang berputus asa. Karena
selalu ada kesempatan bagi yang mau berharap. Itulah kekuatan harapan
yang sesungguhnya.

Thanks buat sahabatku, Wina. May Allah always bless you, sist.

more articles...
http://www.mudlfiroh.blogspot. com/

Monday, 13 October 2008

Menjemput RiZky

Bismillahirrohmaani rrohiim.. .
Barangsiapa mengejar dunia maka ia hanya akan mendapatkan kebaikan
duniawi saja tetapi barang siapa mengejar akhirat dalam pemahaman
dien yang benar maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan
akhirat...barangsia pa menolong agama Alloh maka Alloh akan menolong
dirinya...kita tidak menjumpai istilah "bekerja" di dalam qur'an
melainkan sedikit sekali tetapi kita lebih dianjurkan untuk beriman
dan beramal sholih secara berulang-ulang, sedang masalah rezeki
sesungguhnya Alloh yang ngatur.Marilah kita kembali kepada konsep
keimanan yang nampak tidak biasa dan banyak orang bilang
bertentangan dengan logika...Kita perbanyak belajar ilmu agar dapat
lebih banyak punya kemampuan untuk membantu/bekerjasam a dengan teman
atau sahabat muslim yang pada dasarnya punya niat/cita2 yang
baik,kita jg berdakwah demi membangun generasi islam
mendatang... beramal,bekerjas ama dengan penuh keikhlasan, ketulusan
dan kejujuran dan kesungguhan/ totalitas, insya Alloh, Alloh Maha
Kaya Maha Pemberi Rezeki...sesungguhn ya rezeki itu semata2 bukan
karena usaha kita tetapi lebih karena kemurahanNya, sebuah syair :

Sesungguhnya rizqiku tidak akan diambil orang lain...
Dan amalku tidak bisa diwakilkan.. .
Dan Kematianku hanyalah menunggu waktu...

Wallohu a'lam bishowab.
 

Blogger news

    follow me on Twitter

    Blogroll

    About

    Bookmark and Share