Friday, 23 April 2010

Reformasi Kinerja, 1.100 Karyawan BNI Terancam di PHK

Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengungkapkan pihaknya akan melakukan reformasi atas kinerja operasional perseroan. Akibatnya, sebanyak 1.100 karyawan bank BUMN tersebut terancam di PHK.

"Itu karena pekerjaan yang di belakang (back office) akan digantikan dengan mesin," jelas Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/4/2010).

Dia memaparkan, jika sekarang ini komposisi karyawan perseroan yang ada di depan (front office) dan back office adalah 30-70. "Kita akan balik menjadi 70 (front office)-30 (back office)," paparnya.

Untuk itu, dia mengatakan akan memberikan opsi kepada karyawan tersebut, apakah mau dipindah posisi menjadi front office, atau memilih program 'pensiun berkala'. "Kita juga akan lihat dari faktor umur, kalau misalnya ada manajer umurnya sudah 50 tahun, ya bagaimana, kita juga masih memiliki banyak manajer yang muda," paparnya.

Reformasi Operasional 2010-2014

Gatot juga mengatakan, hal ini dilakukannya dalam rangka melakukan reformasi operasional. Program ini rencananya akan dilakukan pada 2010-2014 mendatang. "Investasi yang dibutuhkan selama lima tahun kedepan tersebut adalah sebear USD200-240 juta," paparnya.

Dia menjelaskan jika pada 2010 ini BNI akan fokus pada lima strategi bisnis, yaitu mempertajam kualitas aset, menurunkan biaya dana secara agresif, impelementasi customer centric untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, akselerasi value chain buniess untuk memperkuat BNI incorporated, dan memperkuat struktur permodalan.
(ade)

Sumber : http://economy.okezone.com

No comments:

 

Blogger news

    follow me on Twitter

    Blogroll

    About

    Bookmark and Share