Monday, 8 July 2013

Harga Emas 2013

Beberapa minggu yang lalu saya pernah mengulas tentang gejala Emas Antam yang turun dan Analisa Emas menurut Pakar dari Indonesia yang Emas hanya turun sampai dengan bulan Mei 2013 dan ternyata Prediksi tersebut salah.
Analisa Emas Dunia memperkirakan Emas Global akan turun hingga akhir tahun 2013 hingga menyentuh level 1100 peronce bahkan prediksi tersebut diperkirakan hingga pertengahan Tahun 2014.
Alasan Utama Analisa Emas Dunia adalah dikarenakan Faktor Kondisi Ekonomi Amerika Serikat semakin Membaik sehingga para Investor Paham betul dan berbalik menjual Emas dan Membeli Saham Amerika dan yang ke Dua kata Presiden USA Pengangguran sudah mulai berkurang

Sekadar catatan, harga emas sudah merosot 23% di sepanjang tahun ini. Bahkan melihat pergerakannya sejak awal tahun, emas menuju penurunan tahunan terbesar sejak 1981 silam.

Sementara itu, pada pukul 13.41 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran Agustus turun 0,7% menjadi US$ 1.282,60 per troy ounce.

Harga emas berjangka kian tertekan. Penguatan kurs dollar Amerika Serikat (AS) akibat membaiknya rilis data tenaga kerja non pertanian bulan Juni menekan emas ke level harga terendah dalam sepekan terakhir.
Di Bursa Commodity Exchange sampai dengan Jumat (5/7), harga emas ditutup melemah 3,11% menjadi US$ 1.212 per ons troi. Level harga ini hanya selisih tipis dari harga terendah emas US$ 1.211, 60 pada 26 Juni lalu.
Departemen Tenaga Kerja AS, akhir pekan lalu, melaporkan, tingkat penyerapan tenaga kerja non pertanian AS bulan Juni mencapai 195.000 pekerja, atau melebihi perkiraan pasar yang hanya mencapai 165.000 pekerjaan. Namun pada saat bersamaan, tingkat pengangguran AS justru mandek di angka 7,6% dibanding bulan sebelumnya.
Brian Booth, analis mata uang dari Long Leaf Trading Group di Chicago sebagaimana dikutip dari Bloomberg Sabtu (6/7) mengatakan, meski belum sepenuhnya bagus, rilis data ketenagakerjaan AS telah meningkatkan spekulasi pasar terhadap percepatan pengurangan dan penghentian stimulus moneter AS. "Reaksi awalnya, dollar AS menguat disertai kenaikan saham. Di sisi lain, emas mengalami tekanan hebat," katanya.
Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, tekanan emas yang terjadi akibat membaiknya rilis data tenaga kerja tersebut kemungkinan akan terus berlanjut. Tekanan ini, kemungkinan besar akan mulai terjadi pada sesi perdagangan Senin.
Menurut Ariston, harga emas masih berpotensi tertekan hebat ke level harga US$ 1.150 per ons troi. Itu akan terjadi setelah pasar di Asia dan Eropa merespon rilis data ketenagakerjaan AS tersebut.
Ariston mengatakan, tren pelemahan ini bisa dilihat dari pergerakan grafik mingguan harga emas yang menunjukkan bahwa indikator moving average convergence divergence (MACD) masih berada di area negatif dan menunjukkan tekanan. Stochastic yang mulai memasuki area oversold tapi belum menunjukkan arah pembalikan tekanan, menunjukkan bahwa harga emas masih rentan koreksi.
Sinyal tekanan lain, juga ditunjukkan oleh indikator relative strength index (RSI) yang cenderung bergerak ke bawah. Sementara, harga yang masih berada di bawah moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200 menunjukkan bahwa dalam beberapa waktu ke depan emas masih dibayang- bayangi tekanan.
Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner PT Investa Saran Mandiri mengatakan, harga emas masih menunggu perkembangan ekonomi dunia. Meskipun, dollar AS menguat akibat data tenaga kerja yang bagus, penguatan itu masih bersifat sementara karena psikologis pasar.
Menurut Kiswoyo, emas masih dilirik sebagai logam investasi di pasar, dengan faktor permintaan dan penawaran yang berperan penting terhadap harga emas.
Kiswoyo memperkirakan, harga emas masih akan sideways dalam sepekan, dengan kisaran US$ 1.200 per ons troi - US$ 1.250 per ons troi. Ariston menduga, sepekan ke depan, harga emas akan tertekan di kisaran US$ 1.150-US$ 1.300 per ons troi.

Sebagian sumber dari Anlisa saya dan dari linksini

(Lautsamudra/Marchel Beding, Harga Emas Turun hingga Akhir tahun 2013)

No comments:

 

Blogger news

    follow me on Twitter

    Blogroll

    About

    Bookmark and Share